Ada Apa Dengan Pangkalpinang??

​Setelah beberapa minggu berada di Kota Pangkalpinang, tidak enak rasanya kalo saya tidak menulis tentang Kota ini serta segala sesuatu yang terekam dalam benak saya tentang kota ini.
Sebagai perkenalan kalo Pangkalpinang ini adalah Ibukota dari Provinsi Kep.Bangka Belitung, Bangka dan Belitung adalah dua pulau yang berbeda. Bangka Belitung sendiri merupakan pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan.Tidak heran kalau kamu jalan-jalan ke Pangkalpinang / daerah-daerah di Bangka Belitung ini, kamu masih menemukan Bank dengan nama Bank Sumselbabel.

Dari segi Pariwisata, Pangkalpinang salah satu kota di Bangka yang memiliki banyak tempat wisata. Namun sebagai Ibukota Provinsi, pariwisata Pangkalpinang masih nomor dua dibanding tetangganya kab.Sungailiat yang menurut saya lebih berkembang.

Sebagai Ibukota Provinsi yang sudah sekitar 13 tahun hidup mandiri, perkembangan infrastrukturnya terbilang lambat (mohon maaf), saya beberapa tahun yang lalu pernah 2 kali kesini dan terakhir tahun ini tidak ada yang berubah dengan infrastrukturnya. Ada sih yang menurut saya bertambah, akhirnya Pangkalpinang punya bioskop dengan konsep mirip bioskop21 tapi filmnya udah update (katanya sih dikelola langsung oleh pengusaha lokal). Lumayan mengobati kejenuhan gak tau mau kemana lagi kali udah kunjungi pantai-pantainya. 
Setelah berhari-hari mutar-mutar Pangkalpinang, saya punya pandangan tersendiri tentang kota ini (udah nanya-nanya juga sih). Pandangan saya soal pertanyaan yang muncul bahwa kenapa kota Pangkalpinang yang notabene sebagai Ibukota Provinsi (mohon maaf) agak terbelakang dibanding Ibukota Provinsi lain di Indonesia. Yang ada dibenak saya sepertinya Pemerintahnya lebih mengutamakan pengusaha lokal untuk berusaha, kenapa saya bilang seperti itu? saya perhatikan brand luar yang masuk ke Pangkalpinang hanya KaFeCe, YanaRama dan Gramed, biasanya kan Mall-mall, Restoran cepat saji, Butik ternama, sampai Apartemen tertampang megah di sebuah Ibukota Provinsi,Tapi kenyataan yang terlihat hmmm MCD dimana ya? Service Center Apple atau produk elektronik dimana sih?  

Belum lagi lalu lintasnya, sebagai Ibukota Provinsi pastinya tata tertib berlalu lintas sangat diperhatikan, secara Ibukota Provinsi banyak polisinya berkeliaran. Nah ini malah jauh dari perkiraan saya selama berkendara keliling kota banyak pengendara bebas berkeliaran gak pake helm lalu hanya ada satu titik yang tertib lalu lintas dan dijaga terus oleh polantas yaitu di lampu merah perempatan depan Yanarama, selebihnya kamu mau naik motor gak pake helm gak bakalan ada polisi yang negur atau tilang kecuali Malam minggu. Nah malam minggu itu kebetulan saya coba keluar naik motor gak pake helm dipusat kota (jangan dicontoh ya adik-adik), hampir setiap perempatan dijaga oleh pak dan ibu polisi. Wah bakalan kena tilang nih pikirku!! tapi saya coba lewat karena didepan saya kebetulan gak pake helm juga ternyata dibiarin aja lewat. Ini ibukota provinsi loh? kalo di Makassar, mungkin saya sudah ada di Kantor polisi. 

Lanjut lagi soal suasana malam hari di Kota ini, espektasi kamu pasti suasana malam Ibukota Provinsi padat merayap hingga tengah malam bahkan sampai pagi masih lumayan ramai dengan hirukpikuk kendaraan tapi kenyataannya saya pulang dari nonton di bioskop jam 10 malam jalanan sudah sepi krik krik krik..lah kok pada tidur? tiba-tiba ada yang teriak dari sudut kiri saya “tidur besok pagi kerja” pikirin positif saya beranggapan seperti itu. Oke fine!!! 

Tadi itu cerita miring soal Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kali ini saya mau bahas soal kebiasaan positif dari masyarakat disini. Saya perhatikan dari pagi sama aja seperti kota-kota lain, pas masuk siang hari sekitar jam 11.30 kok komplek rumah tempat saya nginap mulai sepi ya? penasaran saya cari tau sambil keliling-keliling komplek, ternyata sudah menjadi kebiasaan beberapa dari penduduk asli beristirahat alias tidur siang di jam tersebut bahkan beberapa warung-warung kecil sudah ditutup sampai beberapa jam kemudian buka lagi. Berlanjut sore hari menjelang malam alias magrib hampir semua rumah dan warung dikomplek tersebut ditutup oleh penghuninya. Kok cepat banget tutupnya ya? (tanya dalam hati) ternyata warga setempat sangat menghargai yang namanya Magrib, nanti setelah Magrib lewat atau setelah umat muslim melaksanakan shalat magrib, masyarakat mulai beraktifitas kembali dari berjualan, nongkrong dan sebagainya. Sebuah kebiasaan positif yang dibeberapa daerah mulai luntur diserang zaman modern..aseek!! 

Dan terlalu banyak cerita tentang Sang Ibukota Provinsi ini dari makanan, pemerintahan hingga tingkah laku manusianya yang akan saya bahas di judul berikutnya. Sudah ngantuk sih sebenernya..hihihi “Tidur besok kerja!!!” Woi saya lagi liburan loh disini.

Mohon maaf bila ada penduduk kota pangkalpinang yang tersinggung, semoga menjadi bahan introspeksi bagi Pemerintah setempat. dan senoga liburan kesini lagi sudah banyak perubahan yah!!!

Wassalam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s